Hutang…
Mungkin hampir setiap orang di dunia ini memiliki hutang meski hutnag itu berjumlah sedikit sekali tapi tetep saja namanya HUTANG.
Sekecil apapun hutang yang kita miliki itu pasti akan membuat hati kita was-was dan kepikiran terus bagaimana kita melunasinya sedangkan untuk mencukupi kebutuhan sehari2 saja kita masih sangat kurang.
Lantas, bagaimana dengan orang yang sudah bergelimang harta memiliki hutang tp dia juga tak kunjung melunasinya seperti Harun. Katakanlah hutang Harun yang dalam jumlah yg besar bisa dia lunasi tetapi, dalam jumlah yg kecil dia tak kunjung melunasinya. Apabila di tagih Harun malah marah-marah seolah2 org yg memberikan pinjaman itu nggak ikhlas. Padahal Harun meminjam uang itu dari sahabatnya sendiri yaitu Dyah dan sejak dari awal Harun menjanjikan bahwa dalam waktu 1 minggu dia akan melunasi hutangnya pada Dyah.
Waktu 1 minggu pun telah berlalu Dyah bermaksud menanyakannya pada Harun karena saat itu Dyah sangat membutuhkan uang tersebut. Dikirimkannya oesan singkat untuk Harun
“Run, mana duitku kok belum kamu balikin? Aku butuh duit itu sekarang.”
Harun pun membalas ” Maaf Dyah, kalo minggu depan gmn?” ” Oke” jawab Dyah.
Waktu 2 minggu yang telah dijanjikan Harun pun telah berlalu Dyah menunggu kedatangan Harun dengan penuh cemas. 1 hari, 2 hari, 3 hari Harun tak kunjung datang akhirnya Dyah mengirim pesan singkat itu kembali.
“Run, mana uang 300 ribu yang kamu pinjam? Ini udah lebih dari 2 minggu lho.” Harun tak kunjung membalas pesan singkat itu. 1 jam kemudian Harun pun membalas “Dyah, sorry lagi aku belum punyaduit.”
Dengan kesal Dyah membalas “Gimana seh kamu katanya 1 minggu, terus mundur 2 minggu, skrg bilangnya mundur lagi. Aku butuh uangnya sekarang.”
Harun langsung membalas “Alah kamu itu lho baru 300 ribu aja udah ketakutan gak aku bayar apalagi jutaan? Gak ikhlas bgt sih kamu nolong temen?”
Dyah semakin kesal “Kalo aku gak ikhlas kemaren gak aku kasih pinjem kamu, sekarang yg 300 ribu aja gak kamu lunasi apalagi jutaan? Katanya kerjanya dah oke? Kok bayar segitu aja gak kuat seh kamu? Pas minjem aja kamu bermulut manis begitu ditagih mulutmu tajam.”
Dyah kesal, sedih dan tidak menyangka sahabatnya sendiri tega melukai perasaannya. Padahal dia dan keluarga Harun sangat dekat.
Dyah bingung mesti kemana dia mencari pinjaman uang untuk membayar kekurangan biaya kuliahnya.
Dyah tetap berharap bulan depan Harun bisa melunasi hutangnya. Tapi harapan Dyah salah besar tak ada niatan baik dari Harun untuk melunasi hutangnya. Akhirnya Dyah mengikhlaskannya dna mulai menjaga jarak dengan Harun.
Tahun 2004 Harun kembali hadir dalam hari-hari Dyah. Dia sering sekali menelpon Dyah hanya untuk menayakan kabar Dyah. Hingga pada suatu ketika Harun mengungkapkan kalu dia sangat rindu dengan Dyah dan dia ingin Dyah menjadi kekasihnya. Karena kini Harun telah bekerja di perusaan ternama di Indonesia ini dengan jabatan yang bagus. Dyah hanya diam seribu bahasa menanggapi keinginan Harun.
Pernah Dyah mencoba mengingatkan Harun akan hutangnya pada Dyah, “Alah kamu masih inget aja sih lagian udah lama gitu kenapa gak diikhalisin aja seh?” jawab Harun dengan entengnya.
Dyah takjub akan jawaban Harun yang sangat menyepelekan hutangnya. Lama kelamaan Dyah malas meladeni Harun tapi Harun tetap intens menghubungi Dyah.
Hingga pada akhirnya Dyah mempunyai rencana untuk menikah dan dia membutuhkan uang itu dengan seribu keberanian dia menghubungi Harun. Tapi, semuanya sia2 tidak ada niat baik sama sekali dari Harun. Benar2 sakit hati Dyah dan kecewa terhadap Harun yang sejak kecil telah Dyah anggap sebagai sahabatnya.
Bak di sambar gledek tiba2 Harun menelpon Dyah dengan marah2 “Kamu mo Merid Dyah? Terus aku gmn? Kamu tinggal begitu aja? Aku sudah beli rumah buat kamu, tahun depan pas ultah kamu aku mo lamar kamu Dyah.” “Kamu sudah telat Harun tinggal 1 bulan lagi aku nikah, lagian nggak ada niat baik dari kamu selama ini.” Dyah menjawab telepon HArun dengan penuh kecewa. Karena sesungguhnya Dyah telah menaruh harapan yg byk pada Harun jauh sebelum dia menemukan calon suaminya.
Mungkin hati Dyah terbuat dari emang dia tetap mengikhlaskan semua hutang Harun, dan tetap ingin menjalin hubungan yang baik seperti dulu anatara dirinya dan Harun. Dikirimkannya undangan pernikahan Dyah pada Harun, tapi, tak ada respon dari Harun. Harun tak hadir dalam pernikahan Dyah dan hanya sekedar ucapan selamat untuk Dyah pun tak ada. Sedih bercampur kecewa yang Dyah rasakan, tp disisi lain Dyah bersyukur bukan Harun yg dia pilih sebagi pendamping hidupnya.
2 tahun telah berlalu, dengan isengnya Dyah tanya kabar tentang pernikahan Harun “Katanya kamu mo nikah ya?” dengan sinis Harun menjawab “Cuman katanya kan?”
Dyah kesal “Kamu berubah sok metropolis gitu jawabnya.” Tak di sangka gurauan Dyah dianggap serius oleh Harun bagi Harun itu adalah Statement yg menyakitkan hatinya.
Dyah tertawa kecil “Statement kata kamu? Kaya artis aja” dan tak disangka Harun dengan mudahnya memutuskan tali persahabatan mereka karena dia sangat marah dengan Dyah yg mengeluarkan kata2 SOK METROPOLIS.
Dyah tak menyangka ini semua terjadi, tapi memang kenyataannya dia seperti itu sekarang dan bukan hanya Dyah yg menganggapnya spt itu semua teman2nya menganggap hal yg sama.
Tapi ya sudahlah Dyah harus terima. Yang tidak masuk diakal sekali kalau Harun mau memutuskan persahabatan kenapa tanggung jawabnya belum di lunasi?
Dyah, kasian sekali ma Harun yang bergelimang harta tp mungkin miskin hati…biarlah dia menikmati kejayaannya yang hanyalah SEMU ini..
Dari sepenggal cerita diatas sangat penting bagi kita untuk melunasi HUTANG. Karena kita tidak pernah tau sampai kapan kita berada di dunia ini. Dan kita juga tidak akan pernah tau apakah kita masih punya waktu untuk melunasi hutang2 kita. Sedangkan Allah berfirman kewajiban kita sebagai umat muslim dna muslimah untuk melunasi hutang2 kita sebelum ajal menjemput kita. Karena apabila kita belum melunasi hutang2 kita dan Allah telah memanggil kita, maka jalan kita di akherat akan susah terlebih lagi orang yang memberikan pinjaman pada kita tidak ikhlas akan semakin sulit. Waallahu’alam
Kita tak akan pernah tau apa yang akan terjadi di esok hari. Maka segera lunasi hutang2mu dan memohon ampunlah pada Allah Yang Maha Kuasa.
Betulll…sekalliiii…hutang musti dibayar….
hooooiiiiii….para orang yang pernah utang ke aq…please dunk cepet dibalikin…lagi butuh banget nich….tega amit sich loee…dulu pas ngutang aza ampe memohon – mohon…eh…giliran bayar…lupeeee….rasain aja kalo Allah lupa sama loe2 pada…..nyesel kamu….
mumpung belom terlambat…ayo pada bayar hutang….tobat…
klo mau utang…disana tuch….di bank….koperasi…pake bunga…enak2an aja….mau duit banyak….mesti kerja
…
:D…Mbak Allah tak akan pernah melupakan Hamba-NYa, Tapi Dia akan selalu mengingatkan Hamba-Nya utk memenuhi tanggung jawabnya…Istighfar mb, jgn terlalu benci ma orang meski dia udah sgt amat nyakitin kita…:) …