Saudara-saudaraku, dimana kalian berada?
Disaat adik kalian sedang membutuhkan bantuan kalian, kalian seakan2 menjauh. Tetapi, disaat kalian yang membutuhkan adik kalian, seolah2 adik kalian tidak bisa menolak permintaan mereka.
Kalian sangat2 tidak adil mbak, mas pada adik kalian ini.
Terlebih disaat adik kalian ini sangat membutuhkan bantuan materi dari kalian, kalian langsung menarik diri, 1000 alasan keluar dari bibir kalian.
Padahal adik kalian tidak pernah perhitungan pd kalian sebagai kakak2ku.
Apa yang harus aku lakukan? Kecewakah, Marahkah, atau Sedih? Aku tak menyangka kalian akan berbuat setega ini terhadap adik kalian ini.
Belum lagi orang tuaku yang selalu ingin aku perfect sama seperti kedua kakak2ku.
Astaghfirullahaladzim…Kenapa YA ALLAH mereka tega membuatku sakit hati dan kecewa terhadap mereka semua?. Aku lebih baik tidak dilahirkan ke dunia ini kalau aku tahu akan begini akhirnya.
Apakah aku kurang sabar, kurang ikhlas?
Lantas siapa yang harus aku salahkan? Diriku, suamiku atau siapa?
Bagi mereka aku adalah sebuah pohon yg kering dan tandus. Karena aku belum bisa memberikan apa yg orang tuaku inginkan. Tidak seperti kedua kakak2ku, bagi orang tuaku kedua kakakku adalah sebuah pohon yang subur karena sering diberikan pupuk jadi mereka bisa memberika penghidupan bagi kedua orang tuaku.
Ya Allah, kenapa orang tuaku sendiri setega itu thd anaknya? Dan sebaliknya mertuaku sangat sayang terhadapku. Kalau aku boleh memilih aku lebih baik jadi anak kandung dari mertuaku. Astaghfirullahaladzim….
Banyak teman2 ku yang memiliki pengalaman yang kurang akur dengan mertua-mertua mereka, dan mereka lebih memilih untuk tinggal bersama orang tua mereka sendiri ketimbang dg mertua mereka. Tapi aku kebalikan dari mereka..Ya, aku lebih baik tinggal dan hidup bersama mertuaku ketimbang dg orang tuaku sendiri.
Jujur, aku tidak mau menjadi anak yang durhaka thd orang tuanya. Tapi, orang tuaku jg yang memaksa aku untuk melakukan ini semua. Dan hanya aku dan suami yang merasakan pahitnya tinggal bersama orang tuaku.
Jujur, aku dan suami sangat ikhlas melakukan semua perintah2 mereka meski sering kali aku dan suami merasakan sakit hati yang sangat amat. Tapi, hanya inilah yang bisa aku lakukan untuk mereka.
Saudara2ku, aku sudah mengikuti keinginan kalian utk tinggal bersama org tua kira tp kalian tidak pernah mau tau rasa sakit yg kami alami selama tinggal bersama mereka. Dan kalian pun tak pernah mau membantu kesusahanku.
Haruskah aku teriak menjalani ini semua? Tidak, mungkin aku hanya bisa menangis Allah Sang Maha Pencipta. Hanyalah Dia yang berkuasa di dunia ini. Aku nggak pernah tau kalau saja aku sudah jauh dari Allah pasti aku sudah gila. Tapi, Alhamdulillah Allah masih setia menemaniku menjalani ujian hidup ini.
Aku nggak pernah tau apakah hanya aku yg merasakan kesedihan ini atau mungkin ada yg lebih parah dari aku? Waallahu’alam…
Kuatkan Aku dan Suamiku dalam menjalani setiap Ujian dan Cobaan yang Engkau berikan pada kami…Ya Allah, Kami berdua sangat ikhlas dan pasrah menjalani semua yang Engkau berikan pada kami berdua Ya Allah, karena sesungguhnya Engkau Maha Penyayang…Amien
0 Tanggapan ke “…Saudaraku…”