20
Mar
09

…bukan ini yang aku mau…

Mahligai pernikahan mungkin telah dinanti oleh semua orang….
Kehidupan rumah tangga yang bahagia, penuh rasa kasih sayang…
Tapi, bagaimana kalo semua itu tidak sesuai dg apa yg kita harapkan?
Ok mungkin secara bathiniah kita terpenuhi tp kalau secara lahiriah itu tidak terpenuhi apakah akan berjalan mulus?

Waallahu’alam….
Aku banting tulang untuk mencari uang guna menghidupi kebutuhan rumah tangganya dan kebutuhan org tuanya krn mengingat kami masih nebeng dg org tua krn blm sanggupnya kami membeli rumah.
Tapi, Suamiku hanyalah pengangguran dan ini sudah dr awal menikah dgku dia sdh menganggur. Ya semua ini yang mengatur itu Allah tp kalau kita tidak ikhtiar jg gmn bisa?
Berkali-kali aku selalu mengatakan pada suamiku kalau aku sudah lelah dengan semua ini. Aku capek melihatnya menganggur terus dan blm bisa membantuku mencari nafkah. Lantas siapa sebenarnya yg jadi kepala keluarga aku atau dia?
Tapi, jawaban yang selalu terlontar dr bibirnya hanyalah kata2 maaf dan dia selalu berdo’a memohon kebaikan.
Berdo’a memang kewajiban kita sbg Hamba-Nya tp yang aku butuhkan saat ini adalah materi untuk membantu aku mencukupi kebutuhan hidup kami yg trs meningkat.

Gengsi, ya, suamiku sangat gengsi kalau hanyalah bekerja sebagai OB sekalipun. Tapi, apakah kita akan makan dengan gengsi? apa yg perlu dibanggain dr seorg pengangguran yg mempunyai gengsi yg gede? Sedangkan utk membeli krupuk saja susah, terus apakah tetap pada gengsinya?

Marah, sakit, terbebani sekali hatiku ini terlebih aku harus menyembunyikan status suamiku dimata kedua org tuaku…
Apakah aku kurang sabar?
Apakah aku kurang pasrah?
Atau aku kurang ikhlas?
2,5 th aku hidup dalam dilema ini…tapi aku terus bertahan, sabar, ikhlas dan pasrah. Apakah kurang pengorbananku selama ini?

Ya Allah tolong kuatkan aku…Hamba takut kalau saja Hamba tak kuat menjalani ujian-Mu ini Ya Allah…
Aku Takut GILA !!!!!

Suamiku, kemana tanggung jawabmu sebagai seorg suami yang harusnya memberikan nafkah padaku dan bukan sebaliknya.
Sudah cukup 2,5 th kau hidup dalam leha-leha…kini saatnya kamu memenuhi tanggung jwbmu….
Satu hal yang aku takutkan lagi, jikalau aku tak kuat menahan dilema ini dan suatu saat akan meledak jg bak gunung meletus dan akhirnya semua terbongkar dan habislah sudah….
Aku tkaut aku khilaf dan mengucapkan kata2 yg sehrsnya tak harus aku ucapkan…
Tak sadarkah engkau suamiku melihat istrimu ini membeli selembar baju saja harus rela mengutang pada temannya dan membayarnya pd saat aku gajian? Dimana sisi Simpati dan Empatimu thdpku?
Ataukah kamu sudah nyaman menjadi pengangguran karena selama ini aku berusah memnuhi semua kebutuhanmu?
Astaghfirullahadzim….

Aku gak kuat lagi, aku capek, lelah, frustasi….Ampuni aku Ya Allah….


1 Tanggapan ke “…bukan ini yang aku mau…”


  1. 1 Rachma
    23/03/2009 pada 8:27 am

    Itulah kehidupan…..disaat qta dewasa dan berumah tangga…banyak orang mencibir..katanya perawan tua…gak laku ato apalah kata2 yg menyakitkan….tapi kalo mau menyelami lagi….apakah arti pernikahan itu….hanya statuskah….kalo setiap orang mau menyadari makna sebenarnya sebuah pernikahan mungkin tidak ada yg namanya perceraian….yach…jaman sekarang…istri dituntut untuk ini itu…kerja keras banting tulang mencukupi kebutuhan keluarga…masih juga mengurusi kehidupan di rumah tangga…berat sekali….tapi mengapa para suami seakan – kan tidak mau tahu…sebenarnya kami para istri itu statusnya apa ? mau dijadikan pendamping hidup ato budak yg harus mengurus segala kepentingan suami…..apalagi kalo sampai nikah gak hamil2…wuih2…tudingan…hinaaan…cacian…semua menjadi sasaran empuk bagi para istri…sabar…sabar….serahkan saja sama ALLAH…karena ALLAH memberikan sesuatu ke qta adalah yg terbaik.
    Jadi…marilah qta menjadi wanita2 yang akan menjadi penghuni surga kelak di akhirat nanti. Amin.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.