Arsip untuk Kategori 'TulisanKoe'

20
Mar
09

…bukan ini yang aku mau…

Mahligai pernikahan mungkin telah dinanti oleh semua orang….
Kehidupan rumah tangga yang bahagia, penuh rasa kasih sayang…
Tapi, bagaimana kalo semua itu tidak sesuai dg apa yg kita harapkan?
Ok mungkin secara bathiniah kita terpenuhi tp kalau secara lahiriah itu tidak terpenuhi apakah akan berjalan mulus?

Waallahu’alam….
Aku banting tulang untuk mencari uang guna menghidupi kebutuhan rumah tangganya dan kebutuhan org tuanya krn mengingat kami masih nebeng dg org tua krn blm sanggupnya kami membeli rumah.
Tapi, Suamiku hanyalah pengangguran dan ini sudah dr awal menikah dgku dia sdh menganggur. Ya semua ini yang mengatur itu Allah tp kalau kita tidak ikhtiar jg gmn bisa?
Berkali-kali aku selalu mengatakan pada suamiku kalau aku sudah lelah dengan semua ini. Aku capek melihatnya menganggur terus dan blm bisa membantuku mencari nafkah. Lantas siapa sebenarnya yg jadi kepala keluarga aku atau dia?
Tapi, jawaban yang selalu terlontar dr bibirnya hanyalah kata2 maaf dan dia selalu berdo’a memohon kebaikan.
Berdo’a memang kewajiban kita sbg Hamba-Nya tp yang aku butuhkan saat ini adalah materi untuk membantu aku mencukupi kebutuhan hidup kami yg trs meningkat.

Gengsi, ya, suamiku sangat gengsi kalau hanyalah bekerja sebagai OB sekalipun. Tapi, apakah kita akan makan dengan gengsi? apa yg perlu dibanggain dr seorg pengangguran yg mempunyai gengsi yg gede? Sedangkan utk membeli krupuk saja susah, terus apakah tetap pada gengsinya?

Marah, sakit, terbebani sekali hatiku ini terlebih aku harus menyembunyikan status suamiku dimata kedua org tuaku…
Apakah aku kurang sabar?
Apakah aku kurang pasrah?
Atau aku kurang ikhlas?
2,5 th aku hidup dalam dilema ini…tapi aku terus bertahan, sabar, ikhlas dan pasrah. Apakah kurang pengorbananku selama ini?

Ya Allah tolong kuatkan aku…Hamba takut kalau saja Hamba tak kuat menjalani ujian-Mu ini Ya Allah…
Aku Takut GILA !!!!!

Suamiku, kemana tanggung jawabmu sebagai seorg suami yang harusnya memberikan nafkah padaku dan bukan sebaliknya.
Sudah cukup 2,5 th kau hidup dalam leha-leha…kini saatnya kamu memenuhi tanggung jwbmu….
Satu hal yang aku takutkan lagi, jikalau aku tak kuat menahan dilema ini dan suatu saat akan meledak jg bak gunung meletus dan akhirnya semua terbongkar dan habislah sudah….
Aku tkaut aku khilaf dan mengucapkan kata2 yg sehrsnya tak harus aku ucapkan…
Tak sadarkah engkau suamiku melihat istrimu ini membeli selembar baju saja harus rela mengutang pada temannya dan membayarnya pd saat aku gajian? Dimana sisi Simpati dan Empatimu thdpku?
Ataukah kamu sudah nyaman menjadi pengangguran karena selama ini aku berusah memnuhi semua kebutuhanmu?
Astaghfirullahadzim….

Aku gak kuat lagi, aku capek, lelah, frustasi….Ampuni aku Ya Allah….

20
Feb
09

…Rindu…

Rindu…, rindu terhadap suami, istri, anak, ayah dan ibu dan keluarga yang lainnya…

Tau mungkin rindu terhadap sahabat lama…sahabat yg dulu sering menemani kita disaat sedih, susah, senang.
Ya, aku punya sahabat yg selalu ada buat aku ketika aku belum berumah tangga.
Suaranya, joke2 kecilnya yg selalu bikin aku selalu rindu padanya.

Tp, setelah aku memiliki suami dia mulai menjaga jarak dg aku katanya dia menghargai perasaan suamiku dan dia gak mau suamiku cemburu padanya. Kuakui kami sangat dekat saat masih sama2 kuliah dulu dan suamiku pun tau itu dan suamiku pun cukup cemburu pada sahabatku ini.

Never Mindlah selama kami tau batasan2nnya Insyaallah kami akan ttp menghargai pasangan kami masing2.
Aku sayang banget sama sahabatku ini, entah kenapa 1 mgg ini rindu banget sama dia dan aku ingin dia ada disampingku. Tapi kembali lagi kini aku tak sebebas dulu setiap yg akan aku lakukan haruslah seijin suamiku.
Huff…memang sahabatku ini msh single, dan msh giat meneruskan kuliah S2nya.
Pernah suatu ketika aku chatting dengan sahabatku tiba2 dia nyeletuk memanggilku “yank”. Kaget dan heran memang “Yakin lo manggil gw bgt?” aku kembali memastikan kesahabatku.
“Mang kenapa? Gak boleh ya?” tanya sahabatku..
“Boleh aja seh, tp apa lo kagak salah manggil tuch? takutnya lo salah manggil aja” aku berusaha memastikan kembali meski dalam hatiku sangat senang dan bahagia dengan panggilan itu. Disisi lain aku bertanya2 pd diriku sendiri, salah gak seh aku bgn? Apakah ini jg yg dinamakan kalo aku udah selingkuh hati?…

Tak kupingkiri kalo dalam benak pikiranku selalu terbayang sahabatku itu tp, entah kenapa rasa rindu itu hanya muncul jikalau aku ada seharian di kantor, sedangkan kalau di rumah rasa rindu itu terobati dengan adanya suamiku. :) aneh ya memang…
Tau lah aku juga bingung dengan yang aku rasakan saat ini…

Buat sahabatku, aku kangen dan rindu banget sama kamu… :)

18
Feb
09

…Saudaraku…

Saudara-saudaraku, dimana kalian berada?
Disaat adik kalian sedang membutuhkan bantuan kalian, kalian seakan2 menjauh. Tetapi, disaat kalian yang membutuhkan adik kalian, seolah2 adik kalian tidak bisa menolak permintaan mereka.
Kalian sangat2 tidak adil mbak, mas pada adik kalian ini.
Terlebih disaat adik kalian ini sangat membutuhkan bantuan materi dari kalian, kalian langsung menarik diri, 1000 alasan keluar dari bibir kalian.
Padahal adik kalian tidak pernah perhitungan pd kalian sebagai kakak2ku.

Apa yang harus aku lakukan? Kecewakah, Marahkah, atau Sedih? Aku tak menyangka kalian akan berbuat setega ini terhadap adik kalian ini.
Belum lagi orang tuaku yang selalu ingin aku perfect sama seperti kedua kakak2ku.

Astaghfirullahaladzim…Kenapa YA ALLAH mereka tega membuatku sakit hati dan kecewa terhadap mereka semua?. Aku lebih baik tidak dilahirkan ke dunia ini kalau aku tahu akan begini akhirnya.

Apakah aku kurang sabar, kurang ikhlas?
Lantas siapa yang harus aku salahkan? Diriku, suamiku atau siapa?
Bagi mereka aku adalah sebuah pohon yg kering dan tandus. Karena aku belum bisa memberikan apa yg orang tuaku inginkan. Tidak seperti kedua kakak2ku, bagi orang tuaku kedua kakakku adalah sebuah pohon yang subur karena sering diberikan pupuk jadi mereka bisa memberika penghidupan bagi kedua orang tuaku.

Ya Allah, kenapa orang tuaku sendiri setega itu thd anaknya? Dan sebaliknya mertuaku sangat sayang terhadapku. Kalau aku boleh memilih aku lebih baik jadi anak kandung dari mertuaku. Astaghfirullahaladzim….
Banyak teman2 ku yang memiliki pengalaman yang kurang akur dengan mertua-mertua mereka, dan mereka lebih memilih untuk tinggal bersama orang tua mereka sendiri ketimbang dg mertua mereka. Tapi aku kebalikan dari mereka..Ya, aku lebih baik tinggal dan hidup bersama mertuaku ketimbang dg orang tuaku sendiri.
Jujur, aku tidak mau menjadi anak yang durhaka thd orang tuanya. Tapi, orang tuaku jg yang memaksa aku untuk melakukan ini semua. Dan hanya aku dan suami yang merasakan pahitnya tinggal bersama orang tuaku.
Jujur, aku dan suami sangat ikhlas melakukan semua perintah2 mereka meski sering kali aku dan suami merasakan sakit hati yang sangat amat. Tapi, hanya inilah yang bisa aku lakukan untuk mereka.

Saudara2ku, aku sudah mengikuti keinginan kalian utk tinggal bersama org tua kira tp kalian tidak pernah mau tau rasa sakit yg kami alami selama tinggal bersama mereka. Dan kalian pun tak pernah mau membantu kesusahanku.

Haruskah aku teriak menjalani ini semua? Tidak, mungkin aku hanya bisa menangis Allah Sang Maha Pencipta. Hanyalah Dia yang berkuasa di dunia ini. Aku nggak pernah tau kalau saja aku sudah jauh dari Allah pasti aku sudah gila. Tapi, Alhamdulillah Allah masih setia menemaniku menjalani ujian hidup ini.

Aku nggak pernah tau apakah hanya aku yg merasakan kesedihan ini atau mungkin ada yg lebih parah dari aku? Waallahu’alam…

Kuatkan Aku dan Suamiku dalam menjalani setiap Ujian dan Cobaan yang Engkau berikan pada kami…Ya Allah, Kami berdua sangat ikhlas dan pasrah menjalani semua yang Engkau berikan pada kami berdua Ya Allah, karena sesungguhnya Engkau Maha Penyayang…Amien

11
Feb
09

…Sahabat…

Sahabat…
Apa arti sahabat sebenarnya?
Apakah seorang sahabat adalah tempat dimana kita bisa mencurahkan semua isi hati kita, uneg2 kita?
Apakah dia juga mau ikut merasakan apa yg kita rasakan? Baik itu susah, senang, sedih, apakah dia mau?
Apakah seorang sahabat selalu ada setiap kita butuhkan selama 24 jam?

Kalaupun di dunia ini ada seorg sahabat yg selalu ada utk kita disaat kita butuhkan selama 24 jam dia selalu siaga tentu hidup kita akan lengkap.
Tp arti seorg sahabat mungkin hanyalah kiasan atau kamuflase belaka saja?

Ehmmm….tapi kita jg hati2 dg org yg kita anggap sebagai SAHABAT kita. Bisa jadi dia akan menjadi boomerang atau musuh kita.
Karena aku sendiri mengalaminya sahabatku sejak kecil kini telah menganggapku MUSUH baginya dan dia dg semudah itu memutuskan tali persahabatan itu. Padahal keluarga kami mempunyai hubungan yang baik.

Tapi biarlah, Hanya Allah Yang Tau..dan aku sangat paham dia kini sudah sukses, tajir, punya temen yg byk…tp apa krn dia OKB alias Orang Kaya Baru? Ya, mgk dulu dia tinggal di kota kecil jauh dari yg namanya Mall, Cafe, dan hiburan2 sejenisnya. Tapi begitu dia hengkang dr kota kecilnya ke Jogja dan kini dia menetap di Jkt yg kudengar dari bibirnya hanyalah kongkowlah, ngafelah, bilyardlah, partylah dan segalah tetek bengek kehidupan hura2.

Tp bagiku dan teman2 yg kenal dia, dia skrg berubah jadi congkak, angkuh, sombong dan selalu membangga2kan kalo dia bisa jln2 ke Luar Negeri…Alah…Alah…emang ptg gt?

Bagiku, semua yg udah dia capai emang bagus dan aku jg ikut senang. Tp, gayanya yg sok metropolis bgt itu gak ptg bgt menurutku. Tp gak tau menurut dia ya… :D

Dia bukanlah sahabat yg dulu aku kenal, yg sering curhat ttg semua kegiatannya meski hanya lewat surat. Dia kini adalah org asing bagiku..dan mgk bagi dia aku gak pernah ada ato mgk dia gak pernah kenal aku….Never Mindlah…
Satu hal yg msh aku pegang selama ini kalo roda kehidupan ini selalu berputar. Ya mgk dia skrg lg berada diatas tp siapa yg tau suatu saat nanti dia akan berada dibawah ya kan? Dan aku yakin suatu saat nanti dia pasti akan membutuhkan aku lagi…

Tapi yang aku heran katanya dah sukses tp utang 300 ribu aja gak dibayar2 ya? Haahhahaa kasian bgt ya dia? :D
Astaghfirullahaldzim ngomong apa aku ini…aku udah ikhlas kok nolongin dia meski yg dia balas itu sangat menyakitkan.

Bagiku, sahabat itu adalah orang tua kita, mertua kita, saudara2 kandung kita dan yg terpenting adalah SUAMI atau ISTRI kita. Bersama merekalah hidup kita menjadi berguna dan hanya bersama merekalah yg sangat ikhlas dan setia menemani kita menjalani kehidupan ini hingga pada saatnya nanti Allah memanggil mereka semua dan aku tentunya.

Sekarang balik lagi pada kalian semua bagaimana menjabarkan arti seorang SAHABAT itu tadi…

MY FAMILY IS MY TRUE FRIENDS….

05
Feb
09

Innalillahi Wa Innalillahi Roji’un

dsc000244

Innalillahi Wa Innalillahi Roji’un
Telah meninggal anak, menantu, kakak, adik ipar kami
Susiana Dwi Astuti dengan tenang pada hari Selasa 3 Februari 2009
Pukul 13.30 WIB… Semoga Amal Ibadahnya di terima oleh Allah SWT…Amien

Almh. Susi (baju merah), wanita yg sangat anggun, baik, sopan dan rajin kini telah meninggalkan kami semua untuk selama2nya setelah bertahun2 dia berusaha melawan penyakitnya, hingga Almh tidak kuat lagi untuk melawan penyakitnyadan kini dia telah kembali ke pangkuan Allah SWT. +/- 6 Tahun kamu berjuang melawan penyakitmu hingga saat2 terparah pada tahun 2005 dokter telah angkat tangan dlm mengobati penyakitmu karena saat itu kamupun dalam keadaan tak sadar di ruang ICU, keluargapun telah berkumpul. Subhannallah Allah memberikan keajaiban hingga akhirnya Engkau bertahan hidup hingga kamu bisa menghadiri pernikahanku. Tapi kini Kamu benar2 pergi meniggalkan kami untuk selama2nya…

Terakhir aku ketemu Almarhumah pas tgl 29 Desember 2008, disitu aku melihat dia bgt putih bersih, tampak segar dan bercahaya lain dari biasanya. Dia bgt cantik bgt dan itu hanyalah aku rasakan sdr sampe suamiku sdr tak tau apa yg aku rasakan ini.
Begitu aku dtg ke rumahnya dia memaksa kami “Mbak ira dan Mas kenthut(panggilan suamiku) nanti nginep disini aja ya? kan lama gak ketemu, besok pagi biar dianterin Mas Tomo(suaminya) balik ke hotel” dengan logat khas Purwokertonya. Awalnya suamiku mau, tp aku menolaknya mengingat esok harinya msh ada acara dg masku akhirnya suamikupun mengiyakan keinginanku. Tapi ternyata itu suatu pertanda bahwa dia akan pergi meninggalkan kami untuk selamanya. Rasa menyesal dlm diriku bgt besar knp tempo hari aku gak nginep aja ya? Tapi ya sudahlah ini yang terbaik buat dia. Dan aku yakin kini dia sudah tenang dan bahagia bersama Abu Bakar anaknya di Syurga Insyaallah…Semoga dia bisa melewati Sakratul Maut dan kematian yg Khuznul Khotimah…Amien

Ya Allah Kami Mohon Dengan Sangat terimalah adik kami di sisi-Mu Ya Allah. Persatukanlah dia dengan Anaknya. Kami percaya adik kami telah bahagia bisa berkumpul kembali dg anak mereka yang telah lebih dulu Engkau Panggil. Semoga adik kami mendapatkan tmp yg paling terindah disisi-Mu Ya Allah…Amien
Kami hanyalah bisa mengenang semua amal ibadahnya…karena ini telah Engkau gariskan thdnya dan kami tau ini adalah jalan yg terbaik utk adik kami.

Kurang dari 10 hari dia akan merayakan hari Ulang Tahunnya yg ke- 31 tahun, tapi Kurang dari 11 hari Telah Engkau Panggil dia untuk Menghadap-Mu Ya Allah. Ini adalah yg terbaik baginya karena sesungguhnya Kami sekeluarga tak tega melihat penderitaannya selama ini dan kami semua telah ikhlas dg kepergiannya. Ampuni semua kesalahannya selama dia ada di dunia ini Ya Allah, Bebaskanlah dia dr Sakratul Maut-Mu Ya Allah Sehingga Dia bisa menuju Surga-Mu yg indah. Karena hanya di Surga-Mu itu adalah kehidupan yg sebenarnya, di Surga-Mu adalah tempat keabadian…karena di dunia ini adalah titipan dari-Mu, semua ujian bagi kami dr Engkau hingga tiba saatnya nanti kami kembali pada-Mu.

Selama Jalan Dik Susi, semua kenangan bersamamu tetap melekat dalam ingatan kami. Kini Engkau telah bahagia bersama Abu Bakar anakmu di Surga yg Abadi.

30
Jan
09

Alhamdulillah…

Alhamdulillah terima kasih Ya Allah telah kau berikan pdku badan yg sehat, umur yg panjang, dan suami yg sgt mencintai dan menyayangi aku. Dia sgt setia dan tidak banyak menuntut thdku.
Dia suami yg sgt bertanggung jawab, tetapi kadang jg ngeselin kalo lagi egoisnya keluar tp aku tau itu bukanlah dia yg sebenarnya. Dia terpaksa egois jg demi kebaikan kami.
Dia penuh kelembutan dan sangat sabar dalam menghadapiku dan keluargaku yg sering menyakiti perasaannya…

Suamiku sayang, terima kasih atas semua yg telah engkau berikan padaku. Maafkanlah Istrimu ini apabila aku belum bisa memenuhi harapanmu untuk menjadi seorg ayah. Tetaplah berada disisiku sayang hingga akhir hayatku.

Kuakui aku bukanlah manusiayg sempurna yg tak luput dari dosa. Tapi, kini yg ku prioritaskan adalah kebahagiaan rumah tangga kita. Meskipun banyak kekurangan2mu tetapi aku ikhlas menerima ini semua dan aku sangat yakin engkau pasti akan menjadikepala keluarga yg bertanggung jawab thdku dan anak2 kita kelak.

Mari kita jalani hidup ini dg penuh rasa syukur, sabar dan tawakal. Allah tidak akan memberikan kita ujian yg lebih berat melebihi batas kemampuan kita.

Semoga rumah tangga kita sakinah, mawwaddah dan warrohmah…Amien

I love sayang…, bersamamu aku akan selalu bahagia, bersamamu aku akan selalu tegar menjalani hidup ini dan bersamamu aku mulai belajar akan indahnya hidup ini yg hanyalah bersifat sementara.
Insyaallah aku akan setia dan menemanimu disaat suka dan duka hingga akhir hanyatku dan di akherat nanti.

29
Jan
09

Ibu….

Ibu… kasih dan sayangmu tiada tara…9 bulan kau mengandungku dg penuh kasih sayang hingga akhirnya aku dilahirkan ke dunia ini.
27 tahun yang aku engkau lahirkan dari rahimmu. Aku hanyalah seorang bayi yang belum bisa berbuat apa2 kecuali menangis. Lapar, haus, ngantuk kuisyaratkan lewat tangisan.
Kau begitu sabar melayani aku, Air Susumu adalah yg paling berharga untukku. Selama 24 jam kau selalu menjagaku, mengawasiku, menyayangiku. Lelah, Lapar, Ngantuk kau kesampingkan hanya untuk mengurusku.
Aku terus tumbuh menjadi anak kecil yg manis, kenakalan demi kenakalanku engkau tanggapi dg sabar. Terlebih lagi aku terlahir sebagai anak bontot yang sangat manja, semua kemauanku harus di nomer satukan.
Di usia remajaku engkau masih setia berada disisiku Ibu. Dan kini aku telah tumbuh dewasa dan mandiri terlebih lagi kini aku telah menikah. Meski kini aku bertanggung jawab penuh thd suamiku tp aku akan selalu menjaga dan merawat penuh Ibu hingga akhir hayatku.
Meski terkadang kita berbeda prisip dalam hidup dan terkadangpun engkau selalu ikut campur dlm urusan rumah tanggayang kubangun baru 2 tahun, tp aku tau ini semua adalah bentuk dari rasa khawatirmu Ibu…

Ibu…, munafik sekali apabila aku tak pernah sakit hati thd perkataan2mu. Jujur terkadang aku sangat kecewa thdmu Ibu, terkadang engkau bgt menyakiti perasaanku dan suamiku Ibu dan itu tanpa engkau sadari kami telah terluka, karena kini engkau sudah mulai pelupa.
Terkadang aku ingin marah, berontak atas ketidakadilan ini. Engkau begitu membangga2kan kedua kakak2ku. Aku tau mereka memiliki pekerjaan yg mapan dan penghasilan mereka sgt besar ketimbang aku. Tapi, kini apakah mereka mau mengurusmu Ibu? Mereka sibuk dg urusan2 mereka sendiri. Sedangkan aku, aku msh mau mengurusmu Bapak dan Ibu. Meski penghasilanku sgt kecil tp setiap bulan selalu kupenuhi kebutuhan rumah meski itu hanya sekedar minyak goreng, sabun cuci, susu bapak dan semir rambutmu. Aku tak pernah mengeluh melakukan ini semua. Aku sanggat ikhlas karena pengorbananku tak sebandingkan engkau Ibu.

Tetapi disaat aku tak bisa mencukupi kebutuhanmu untuk sementara waktu, engkau seakan2 sgt marah. Dan selalu mengungkit dan kata2 yang keluar dr bibirmu itu sgt menyakitkan hatiku. Seolah2 engkau tdk ikhlas pabila aku dan suami makan, minum, dan tidur gratis di rumahmu Ibu… Sebegitu perhitungannyakah engkau padaku Ibu?
Lalu, bagaimana dg kedua anak2 kebanggaanmu Ibu? Apakah mereka pernah memikirkan kebutuhanmu stp bulannya Ibu? Apakah mereka jg mau mencukupikebutuhanmu Ibu?
Ya Allah Apa salahku sehingga kedua org tuaku memperlakukan aku dan suami sgt tidak adil seperti ini?
Disaat aku keluar dr rumahmu, engkau selalu membutuhkan aku, engkau sengaja memasakkan makanan kesukaanku hanya agar aku mau menginap di rumahmu. Tapi, kenapa disaat sekarang aku sudah tinggal bersamamu sikapmu sgt berubah 180 derajat. Apakah aku harus membayar layaknya aku mengontrak rumah? Begitukah Ibu? Begitukah Bapak?

Hatiku begitu sakit melihat kalian melakukan ketidakadilan ini thdku Ibu…terlebih lagi thd suamiku seakan2 engkau belum bisa menganggapnya sebagai anaknya sendiri….
Naudzubillahimindhalik…
terkadang aku melihat engkau bersikap manis thd suamiku jikalau engkau membutuhkan dia untuk mengantarkanmu ke pasar. Tapi apabila engkau tidak butuh dia, engkau sgt semena2 thd suamiku, org yg sgt aku cintai.
Engkau sering kali memaksanya menghabiskan semua makanan yg sudah lebih dari 2 hari yg mgk Ibu sendiri tidak suka.
Kenapa engkau lakukan ini semua terhadap kami Ibu, Pak?

Apakah kalian menginginkan kami keluar dr rumah kalian? Katakan Pak, Bu… Jikalau memang itu yg kalian inginkan kami sgt siap untuk keluar dr rumah kalian krn memang sejak awal kami enggan tinggal di rumah kalian. Semua ini kami lakukan hanyalah bentuk kasih sayang kami thd kalian berdua.
Tapi tolong Pak, Bu katakan pada kami yg sejujurnya jgn dg kiasan2 semata, yg memang kami sgt paham dg kiasan yg terlontar dr bibir kalian.

Kesabaran kami ada batasnya Ibu, dan kami bukanlah Nabi yang sangat sabar ketika dicaci dan dimaki. Tetapi, kami hanyalah manusia biasa yg memiliki keterbatasan kesabaran.

Setiap perkataan yang keluar dr mulut orang tuanya merupakan do’a bagi anak2nya bukankah begitu Ibu?
Tapi kenapa, terkadang yg keluar dr bibirmu itu sgt menyakitkan hatiku?

Terlebih kini 2 tahun aku menikah aku blm jg bisa memberikan kalian seorg cucu, pernah terlontar dr bibir Bapak dan Ibu kata2 yg sgt menyakitkan aku dan suami tanpa kalian sadari. Ingin rasanya aku tinggalkan rumah untuk selamanya. Rasa marah dan kecewa menyelimuti hatiku dna suami…
MasyaAllah tak kusangka itu keluar dr bibir org tuaku….Ampuni mereka Ya Allah

Tapi terlepas dr itu semua aku tetap sayang dan mencintai kedua org tuaku. Suatu saat aku bisa membuktikannya semua pd kalian Pak, Bu…

Kumohon dengan sangat tolong jadilah org tua yg sabar dan ikhlas dlm menjalani kehidupan ini. Dan Kumohon tolong terima suamiku sebagai anakmu bukan hanya sebagai suamiku…

Ya Allah, Ampuni semua dosa2 dan kesalahan2 kedua org tua kami Ya Allah. Tambahkanlah kesabaran dan keikhlasan pd diri mereka. Jikalau tiba saatnya mereka Engkau panggil, Panggilah mereka dalam keadaan Khusnul Khotimah…Amien

Bapak, Ibu kasih sayangmu sepanjang masa ampuni anak bontotmu ini yg belum bisa memberikan dan memenuhi semua kemauan kalian. Dan maafkan pula anakmu belum bisa mengembalikan derajat dan status yang sama spt dulu yg pernah kalian miliki.
Kami Mohon do’akanlah kami semua anak2mu dan menantu2 kalian. Do’akan kami secara ikhlas dan tanpa pamrih… Karena do’a yg tulus dr kalianlah yang InsyaAllah diijabah oleh Allah…
Allahumma Amien




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.